Minggu, 02 Oktober 2011

PROMOTING PRIMARY AND SECONDARY MATHEMATICAL THINKING THROUGH THE SERIES OF SCHOOL-BASED LESSON STUDY ACTIVITIES


PROMOTING PRIMARY AND SECONDARY MATHEMATICAL THINKING THROUGH THE SERIES OF SCHOOL-BASED LESSON STUDY ACTIVITIES

By : Dr. Marsigit
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science,
THE YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY

Reviewed by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
Blog: wahyu25ramadhani.blogspot.com

Kurikulum KTSP menegaskan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar dan menengah harus mendorong siswa untuk berfikis logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif dan dapat bekerja sama dengan siswa lain. Pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik dan konstektual dianjurkan di sekolah dasar. Melalui pendekatan ini, diharapkan siswa benar - benar memahami matematika sedikit demi sedikit hingga akhirnya akan menguasai. Tak dapat dipungkiri, agar tujuan ini tercapai guru harus meningkatkan sumber belajarnya baik itu dari teknologi informasi, alat peraga dan media lainnya.

Tujuan pembelajaran matematika sebagai mana tercantum dalam kurikulum adalah sebagai berikut, (1) mengerti konsep matematika, menjelaskan hubungan antar konsep dan menggunakannya dalam pemecahan masalah, (2) mengembangkan kemampuan berfikir pola dan karakteristis matematika, memanipulasinya dalam tingkatan yang lebih umum dan membuktikannya secara formal, (3) mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dimana siswa menguasasi permasalahan, model matematika dan dapat mengestimasi hasil, (4) dapat mengungkap ide – ide matematika menggunakan symbol, table, diagram, dan media lainnya, (5) mengembangkan kebermanfaatan matematika dalam kehidupan sehari – hari.

Jelaslah, bahwa pembelajaran matematika harus bermakna. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi guru untuk mencanangkan rencana pembelajaran yang tepat. Serangkaian kegiatan lesson study tentunya dapat dijadikan sumber referensi variasi mengajar.

Siswa mulai berfikir matematis saat guru memancing schemata mereka melalui soal – soal yang tertulis di lembar kerja. Melalui soal tersebut siswa membentuk ide mereka sendiri untuk menyelesaikannya. Sangat mungkin terjadi keberagaman pendapat dan cara, hal ini tergantung seberapa kuat schemata yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Pada awalnya siswa akan melakukan matematisasi horizontal dan pada akhirnya matematisasi vertikal. Peran guru adalah sebagai fasilitator dalam proses matematisasi vertikal.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Speak Up