Senin, 26 September 2011

Ruang

Ruang 
Membatalkan bahasa 
Riuh sunyi melambai – lambai 
Terpisahlah detak dengan denyut 
Ingin ku jadikan seirama dalam nadi 
Menjadi nada yang menahan waktu 
Namun sekarang waktu yang mengusik 
Disembunyikannya jawaban  
Lantas dengan apa ku lambai impian 
Menguji kesabaran dalam pasrah mulai cemas 
Malah, disamarkannya jalan keluar yang kuinginkan 
Izinkan ku mulai bersamaMu ya Rabbi

Pagi Ini

Pagi ini, ku paksa telingaku untuk sedikit peka 
Bersama fajar yang ranum, 
ku dengar kalamMu ya Rabbi 
Cahaya bintang mulai berpamit pulang 
Menghantarkan fajar menelisik celah – celah udara 
Menerobos jendela kamarku
“Terangi aku ya Rabbi”  
Melatar dunia yang siap ku jengkal 
Tertunduk aku dalam buai angin usil 
Menukar keramaian dengan kedamaian 
Lewat jabat hangat matahari pagi.

Memuji Itu GRatis KOq

Semua orang suka akan pujian. 
Tak bisa disangkal. 
Walau ketika dipuji tak semua orang menunjukan raut yang semringah, 
tapi yakinlah bahwa dalam hati mereka benar- benar senang.  
Lalu mengapa kita enggan untuk memuji? 
Bukan hal yang sulit aku rasa. 
Dengan perkataan dan perhatian kecil sederhana.
Kepada teman, ibu, orang tua, pasangan kita mungkin, atau guru kita.
Pujilah dengan hal – hal yang konkrit dan jujur.
Karena orang yang tidak peka pun akan tahu apakah ita hanya pura – pura atau sepenuh hati. 
Pujilah masakan ibu yang enak. 
Berikan komentar yang spesifik dan baik. Misalnya “ hemm bumbunya meresap, enak”. 
Hehe…………. 
Atau pujilah teman begitu selesai presentasi. 
Ya misalnya “eh, tadi aku ingat kata – katamu yang ……………… bener juga ya” hehe.
Atau hal lainnya. aku yakin semua orang bisa memuji. 
Maka berikanlah kalimat positif untuk orang lain. 
Sebagai tanda bahwa dia di perhatikan dan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Atau mungkin kepada pasangan kita.
Yang telah lama menjalin hubungan pun perlu untuk saling memuji.
Ya.. kata – kata sederhana seperti 
"malem ini kamu perhatian banget, aku jatuh cinta (lagi) ma kamu” halah halah. 
Hey.. ini serius. Banding kan dengan : “aku selalu sayang kamu” ha? 
Malah diragukan, masa sich? 
Bukankan Orang tidak akan membenci dan mencintai orang 100 persen. 
Pasti orang ada sebagian dari dirinya yang dicintai dan tidak kita disukai, 
tak tercuali pasangan kita.  
Rasanya senang apabila kita selalu mendengan kata – kata positif. 
Entah ketika kita memuji guru. 
Memuji adek tingkat, kakak tingkat. 
Atau yang lebih nyata bagaiman perasaan kita bila kita dipuji? senang kan? 
Walau kita sangkal terus dengan merendahkan hati, 
orang lain tetep tahu kalo hati kita senang. 
Berbeda sekali bila setiap kali kita mendengar teman yang mengeluhkan tentang tugas, 
seorang siswa yang menjelekkan gurunya, 
seorang ibu yang mengeluhkan anaknya, 
atau cewek yang setiap hari curhat hal negatif tentang pasangannya. 
Bukankan kita yang mendengarnya pun ikut bersedih? 
Memuji dengan tulus berarti selalu melihat sisi baik dari setiap kejadian 
dan memandang sisi baik semua orang. 
Fokuslah pada hal – hal baik dan sesekali pujilah, karena memuji itu gratis koq.

Kamis, 22 September 2011

PEMANFAATAN VIDEO TAPE RECORDER (VTR) UNTUK PEGEMBANGAN MATEMATIKA REALISTIK DI SMP

PEMANFAATAN VIDEO TAPE RECORDER (VTR) UNTUK PEGEMBANGAN 
MATEMATIKA REALISTIK DI SMP  
Oleh : Dr. Marsigit, M.A.  
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta  

Reviewed by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043) 
Blog : wahyu25ramadhani.blogspot.com  

Mathematics realistic have concentration in process construc the concret thing for primary student to relate the mathematics concept. The things in daily life can be used in mathematical process. There are two mathematical procces, that are horizontal mathematization and vertical mathematization.  

In horizontal mathematization, the students come up with mathematical tools which can help to organize and solvea problem located in a real-life situation. The following activities are examples of horizontal mathematization: identifying or describing the specific mathematics in a general context, schematizing, formulating and visualizing a problem in different ways, discovering relations, transferring a real world problem to a mathematical problem, and transferring a real world problem to a known mathematical problem. On the other hand, vertical mathematization is the process of reorganization within the mathematical system itself.  

Mathematics learning in which had recorded into Video Tape Recorder (VRT) is one way in the effort to make suitable method. Employ Video Tape Recorder (VRT), teacher can learn about how to make preparation before learning, develop source of learning, to develop variation of teaching method, and to do mathematics learning process in junior high school.  

Realistic approach have characteristic where is the students built their own model and that model is to help student to develop formal mathematics. There are 2 model that may happen in that process. First is model of situation and the second is model for formal mathematics. In realistic model student doing informal thinking as a respon to real problem and then they change into formal mathematics.

Isoda M, said that VTR (Video Tape Recorder) for teacher education and reform movement in Mathematics Education, specifically for developing lesson study has some benefits as: short summary of the lesson with emphasis on major problems in the lesson, components of the lesson and main events in the class, and, possible issues for discussion and reflection with teachers observing the lesson. That is one way to improve the teaching method.

emanfaatkan Microsoft Word 2007 Sebagai Media Pembelajaran Geometri di SMP

Memanfaatkan Microsoft Word 2007 Sebagai Media Pembelajaran Geometri di SMP 
Oleh : Dr. Marsigit M.A. 
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta  

Reviewed by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043) 
Blog : wahyu25ramadhan.blogspot.com  


Teaching need creativity so that the learning process more interesting and students will easy to understand the material. We can use tools to help and to support our explanation to students. It can be just simple program like Microsoft word. Microsoft word can be use to help student easier to understand geometri, both plane geometry and solid geometry. Why Microsoft word? That program is always installed in all new computer type, and many teacher and student master dan familiar with that programs. The benefit employ Microsoft word in learning geometry is make student more interesting and understand well. The others, students can learn it self at home or class both individually or with group. Microsoft word can help student study deeply about geometry.  

How use Microsoft word to learn geometri? In Microsoft word, there is an facilitily named “shaped”. Many form can be made by this command. Both basic line, basic plane and basic solid form. As teacher, we can make illustration about how to understand degree, triangle, simillirity, circle and other shape about solid geometry. With menu “shape” we can manipulate the form has drawed. The manipulation can be rotate, drag, and we can change the size and we can coloring to make pictures more interesting.  

The other, we can learn tessellation with this program and create solid geometry such as cubes, cylinder, cone, etc. we can learn about the kinds of triangles consider the degree they have, such as acute triangle, obtuse triangle and, right triangle. We can reform triangle by bisection of diagonal square or trapezoid. We can explain about the concept of volum and surcafe of that shapes. We can use “textbox” to put the descriptions about how to count volum and surface. The last wecan explain about transformation, such as dilatation by using command “size” or reflection by using “flip to horizontal or vertical.  

Actually we can use simpe tools to help us explain material to our student. It have not the expensive tool or difficult one. Microsoft word make geometry more easy to understand.

The Iceberg Approach of Learning Fractions in Junior High School: Teachers’ Simulations of Prior to Lesson Study Activities

The Iceberg Approach of Learning Fractions in Junior High School: Teachers’ Simulations of Prior to Lesson Study Activities 
By : Marsigit  
Yogyakarta State University, Indonesia 
Reviewed By : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043) 
Blog : wahyu25ramadhani.blogspot.com  


Mengajar adalah seni. Guru tidah hanya dituntut untuk menguasi materi tetapi menguasai bagaimana cara mengajar terbaik agar siswa memahami konsep. Sayangnya tidak semua materi dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. harus ada teknik – teknik tertentu untuk membuatnya semakin realistic bagi siswa. Namun guru sendiri belum tentu tahu bagaimana metode mengajar yang sesuai.  

Salah satu materi yang sulit dikuasai siswa adalah konsep pecahan untuk siswa SMP. Lesson study menawarkan solusi untuk masalah ini. Sekelompok guru membahas bagaimana cara mengajar terbaik agar siswa lebih mudah memahami konsep. Mereka sepakat bahwa untuk membuat konsep pecahan mudah dipahami siswa harus beorientasi pada matematika dunia nyata. 

Pengajaran realistik diperlukan agar siswa benar – benar paham karena matematika serasa dekat dengan kehidupan sehari – hari. Sebenarnya ada dua macam tipe matematika yaitu matematika vertikal dan matematika horizontal. Matematika horizontal adalah situasi sehari – hari yang membantu siswa memahamai konsep matematika, sedangkan matematika vertical adalah pemahaman konsep matematika itu sendiri.  

Guru memahami bahwa matematika horizontal akan membantu memahami matematika vertikal. Oleh karena itu pendekatan realistik dan konstekstual cocok untuk mengajarkan konsep pecahan. Salah satu model pengajaran realistic adalah melalui pendekatan gunung es. Di mana dibagian yang tampak (bagian kecil) siswa diperkenalkan dengan notasi pecahan, decimal dan persen. Bagian ini disebut dengan formal abstrak.  


Bagian kedua dari gunung es, siswa diberikan konsep pecahan, miaslnya menyederhanakan pecahan, mengoperasikan bilangan pecahan dan mengubah pecahan kedalam bentuk decimal atau persen. Bagian itu disebut membangun pengetahuan.  

Bagian ketiga, siswa diberikan ilutrasi gambar tentang pecahan. Ilustrasi ini menjadikan siswa lebih paham. Tahap ini disebut pembentukan skema. Bagian dasar atau terakhir dari gunung es, siswa diperkenalkan konsep pecahan yang ada di dalam kehidupan sehari – hari.  

Kenyataan dilapangan, banyak guru yang kesulitan mengajarkan pacahan menjadi lebih nyata dan guru sepakat bahwa model pendekatan gunung es untuk pembelajaran pecahan membantu siswa lebih memahami konsep.

Developing Teacher Training Textbooks for Lesson Study in Indonesia

 Developing Teacher Training Textbooks for Lesson Study in Indonesia
By : Marsigit 
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, 
Yogyakarta State University Indonesia 
marsigitina@yahoo.com 

Reviewed By : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
Blog: wahyu25ramadhani.blogspot.com  

Akhir – akhir ini pemerintah Indonesia sedang mengusahakan perubahan pendidikan disemua aspek. Usaha tersebut antara lain menelaah kembali UU tentang pendidikan dan menjabarkannya secara rinci. Banyaknya jumlah penduduk, siswa dan guru menjadi tantangan sendiri bagi Indonesia. Pemerintah memandang perlu adanya peningkatan kualitas guru melalui program sertifikasi guru, peraturan yang menyatakan bahwa guru minimal menempuh pendidikan S-1 sedangkan dosen minimal S-2, dan pemerintahtan menawarkan beasiswa kepada guru yang ingin melanjutkan studinya. 
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, guru membutuhkan variasi metode belajar dan sumber belajar yang lebih lengkap. Semua itu dapat diperoleh melalui Lesson Study.Sekelompok guru dan dosen berkumpul untuk saling bertukar pengalaman mengajar. Melalui lesson study guru dapat mengembangkan metode pembelajaran, meningkatkan teknik mengajar dan memperbaiki kekurangannya.  
Usaha kedua adalah pemerataan penggunaan buku teks pelajaran. Umumnya siswa tidak dapat membeli buku tek pelajaran karena masalah ekonomi. Padahal keberadaan buku sangat menunjang proses belajar. Oleh karena itu akhirnya muncul suatu wacana perlunya buku teks pelajaran yang murah dan berkualitas. Pemerintah sebaiknya menyediakan buku teks pelajaran yang murah dan guru hendaknya dibiasakan menulis buku teks pelajaran yang berkualitas.  
Bukan hal yang mustahil apabila guru berniat membuat buku teks pelajaran. Ada beberapa hal yang diperhatikan dalam menulis buku, yaitu materi dari buku harus mengacu pada kurikulum yang ada, bahasanya mudah dimengerti, alur pembahasan mempertimbangkan teori konstruktivisme, dan isi buku sesuai dengan perkembangan teknologi dan komunikasi. Selain masalah isi, masalah desain pun perlu diperhatikan. Pemilihan jenis huruf, warna, dan ilustrasi yang menarik akan menjadikan buku lebih menarik dan mudah dipelajari.

Kamis, 15 September 2011

Pembelajaran Matematika Berbantuan Kalkulator: Studi Kasus Penggunaan Kalkulator Texas Instrument TI 89 pada PBM Matematika di SMK MUHAMMADIYAH IV YOGYAKARTA

Pembelajaran Matematika Berbantuan Kalkulator: Studi Kasus Penggunaan Kalkulator Texas Instrument TI 89 pada PBM Matematika di SMK MUHAMMADIYAH IV YOGYAKARTA
Oleh :Marsigit * dan Retno Siswanto**
Reviewed by: Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
http://wahyu25ramadhani.blogspot.com/

In classroom, learning mathematic process must be effective and efiecient. Why? Because there are a lot of material in which have to understand by students. Maybe some material are difficult. For example, Sometimes student can’t solve the argebra equations. Here, calculator may can help the learning prosses.
Calculator is one tools in which can help to solve matemathic question. There are 2 kinds of calculator, regular calculator and scientific calculator. Graph calculator is one example of scientific calculator . Graph calculator can solve mathematic problems quickly and displays result into graphical form.
The benefit using calculator, is can help student more understand and easier to solve mathematic problem. Students can be directly involved in the mathematical calculation process. By using calculator, students can compere the answer by using calculator or not.

One example of graph calculator is Texas Instruments TI 89. The research is about applying this type calculator in SMK Muhammadiyah IV Yogyakarta. The purpose of this research is to identificate the using calculator and to know the students’ response in learning prosses.
There are several command can be used in this calculator, such as: 1). Solve command : command of the algebra feature. We can determine the set of settlement in Linear Inequalities, Quadratic Equations, and systems of Equations 3 variables; 2). Simult command: command of the matrix feature. We can solve systems of linear equations three variables; 3). Ekspand command : command of the feature algebra. For examples is determining the unknown quadratic equation roots.

The students’ respon are positive, such as student can solve problem easier, the class more interesting, and learning more developed. Meanwhile, there are negative impact such as student dependency on graph calculators so high, losing confidence, students are so lazy to think. In the process of using graph calculators some students feel difficulties to understanding about the process of entering data into the calculator, interpret and provide conclusions from the answers of the calculator. This proplem can be overcome by asking the teacher or another friends.

Rabu, 14 September 2011

“INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN GAIRAH SISWA DALAM BELAJAR” Disampaikan pada Seminar Pendidikan dalam rangka Open House Sekolah Dasar Islam Terpadu Hidayatullah, Yogyakarta

“INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN GAIRAH SISWA DALAM BELAJAR”
Disampaikan pada Seminar Pendidikan dalam rangka Open House Sekolah
Dasar Islam Terpadu Hidayatullah, Yogyakarta
21 Maret 2004
Oleh : Drs Marsigit MA
Jurusan Pendidikan 
FMIPA UNY
Reviewed by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)

Teaching is not easy activity. Some students feel difficult to understand the lesson meanwhile the teachers hard to develop the way their teach.   Teachers does not make any innovations in learning proses. Even, when teacher want to make innovation, there are no guarantee its will done. Based on teaching style there are two side point of view, such as tradisional vs progressive; otoriter vs democratice; classical vs individual; transfer of knowledge vs cognitive development; structural vs non structural; teacher centred vs student centred; teacher directed vs student initiative; dependent vs independent; and goal orientation dan prosses orientation.
In 2004, our government apply a news curriculum named KBK ( competence based curriculum). KBK can be one alternate of various of teaching. This  curriculum develop from the expand the standar competence inti basic competence. Basic competence include kognitif aspec, afectif aspec and psikomotoric aspec.
The essence of KBK learning experience improvement,  contextual teaching and  learning (CT &L), meaningful teaching, in which consider life skill and  generic skill. All of competence are develop and evaluated by authentic evaluating principle.
            There are some concept have to understanding in order to the teacher can improve their ways to teach dan lifting students’ enthusiasm. For example is is the nature of student. The First is about kognitif development. Kognitif includes  that the student will learn if they have good motivations, the student study in their own style, student can study well by self or with group, students need different situation and context to understanding the material.
The second is about afectif aspect. For example taxonomy by Krathwhol, dkk (1981) said that afectif aspect includes Receiving, responding, valuing, organization, and characterization.  Afectif aspect related with interesting student to certain subject. The last is pshycomotoric aspect, it related with ability to solve problem and students’ skills. In this part students are given oppoturnity to doing pshysic activity, such as draw an triangle or demonstrate   how to draw the circle in front of class.



GOOD PRACTICE OF MATHEMATICS TEACHINGTHROUGH LESSON STUDY AND TEACHERS PROFESSIONAL DEVELOPMENT

GOOD PRACTICE OF MATHEMATICS TEACHINGTHROUGH LESSON STUDY AND TEACHERS PROFESSIONAL DEVELOPMENT

By : Dr. Marsigit
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, the
Yogyakarta State University
reviewed by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)


Senada dengan UU Sikdiknas No. 20 Tahun 2003 pendidikan seyogyanya mencakup 3 aspek, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Seorang guru matematika pun selain mengajarkan materi juga bertugas untuk menanamkan sikap – sikap baik yang harus dimiliki siswa. Materi seharusnya terinternalisasi dengan baik dalam diri siswa, sehingga siswa mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari – hari.
Dewasa ini ada beberapa isu – isu yang berkembang di dunia pendidikan Indonesia. Isu tersebut antara lain kurikulum interaktif, pendidikan yang berpusat pada siswa, penekanan pada inisiatif siswa dan mengembangkan kurikulum yang efesien dan fleksibel. Sejauh ini pemerintah menerapkan kurikulum baru bernama KTSP yang dimulai pada tahun 2006. KTSP terfokus pada kemampuan siswa dan sekaligus proses pembelajaran. Dalam hal ini guru berperan besar dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan. Mengapa? Guru adalah orang yang sering berinteraksi dengan siswa, yaitu dalam rangka mengajar dan mendidik siswa agar kemampuannya meningkat.
Agar guru dapat memainkan perannya, seorang guru harus merefleksikan cara mengajar. Guru harus mengubah paradigma  dari awalnya hanya mengajar menjadi mendidik, dan juga dari awalnya hanya bertugas mentranfer ilmu pengetahuan menjadi fasilitator dalam mengkonstruksi pengetahuan siswa. Berkaitan dengan hal tersebut pada tahun 1999 – 2005 GOI (Government of Indonesia), JICA – Japan, UPI, UNY, dan UM mencanangkan suatu proyek IMSTER – JICA. Kelanjutan dari proyek ini adalah “Lesson Study”. Pada intinya lesson study adalah belajar mengajar, dimana beberapa guru dan dosen saling bertukar pengalaman untuk mengembangkan metode pembelajaran. Adapun tujuan dari lesson study adalah mengembangkan training mengajar yang kerap dilakukan MGMP, pemenuhan target guru profesioanal dan peningkatan kemampuan matematika tiap daerah.
Aktivitas lesson study antara lain mengembangkan peralatan mengajar, mengembangkan metode pembelajaran, pengayaan sumber belajar dan mengembangkan terkin evaluasi. Hasil dari Lesson Study berhasil, dilihat dari data yang didapat dari lapangan melalui observasi, kuesioner dan wawancara. Guru sepakat bahwa Lesson study mampu meningkatkan keprofesionalan dalam menggunakan berbagai macam variasi metode mengajar. Selain itu lesson study meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kelas dan kreatifitas guru. Contoh prakter dari lesson study yang telah dilakukan antara lain pengenalan konsep KPK pada siswa kelas 4 SD, pemahaman luas permukaan dan volume pada bola dan tabung pada siswa kelas 2 SMP.
Lesson Study terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kegairahan siswa belajar ilmu eksak, meningkatkan kemampuan mengekprolasi dan diskusi siswa, member siswa kesempatan untuk mengkonsep materi pelajaran. Lesson study juga berjasa dalam pembelajaran dengan pendekatan konstrukstivisme dan siswa akhirnya akan menemukan gaya belajar yang sesuai.

Supporting Evidences And Monitoring To Develop School-Based Curriculum For Junior High School Mathematics In Indonesia

Supporting Evidences And Monitoring To Develop School-Based Curriculum For Junior High School Mathematics In Indonesia
by : Marsigit
Departmen of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science,
Yogyakarta State University, Indonesia
marsigitina@yahoo.com
reviewed by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)

Cita – cita mulia bangsa indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 antara lain mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rangka mewujudkannya, sejak tahun 1968/1969 pemerintah Indonesia memulai usaha untuk memajukan pendidikan.  Tetapi pada tahun 1984 usaha tersebut kurang berhasil dan tidak mencakup seluruh kehidupan bangsa. Hingga pada akhir 1990 pendidikan didesain sedemikian sehingga tujuan pendidikan nasioanal Indonesia dapat dijabarkan kedalam tingkat yang lebih kecil (siswa) dimana siswa dapat belajar sesuai kebutuhannya. Selain itu peran guru dalam meningkatkan kemampuan siswa diusahakan seminimal mungkin.
`Dalam suatu penelitian  (Herawati Susilo, 2003) di indikasikan bahwa kemampuan siswa untuk mata pelajaran matematika dan IPA masih rendah. Hal itu dapat dilihat dari hasil  UN Matematika dan IPA pada siswa SMP dan SMA. Mengapa? Hal – hal berikut bisa jadi penyebabnya: 1) Kegiatan praktek yang kurang;  2) Sedikitnya guru yang menekankan pada proses belajar; 3) Kurikulum yang kurang terorganisir; 4) Syarat administrasi guru yang panjang 5) Sedikitnya alat – alat praktek dan tenaga laboratorium. Selain itu adanya ketimpangan antara tujuan pendidikan, kurikulum dan sistem evaluasi. Paradigma lama itu masih melekat dalam pendidikan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan kerjasama yang baik antara guru dan dosen untuk mengembangkan model permbelajaran yang sesuai. Selain itu kita perlu untuk menerapkan kurikulum yang efektif dan fleksibel. Dalam pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator, guru dibekali dengan kegiatan ilmiah dan training, supervisor sekolah seharusnya mempunyai latar belakang sebagai pendidik pula,  kemandirian guru dalam mengajar. Adanya kerjasama yang baik antara sekolah dan universitas akan berdampak baik bagi kemajuan cara mengajar. Paradigma baru dalam pendidikan perlu diresapi. Sudah saatnya evaluasi merata di aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dan kegiatan belajar berorientasi pada proses bukan hanya hasil.
KTSP yang mulai diperkenalkan pada tahun 2006/2007 dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengembangkan pengajaran kontekstual sebagai usaha untuk mendukung keberadaan KTSP. Pengajaran  yang  dicobakan di SMP kelas 8 ini menekankan pada pemahaman siswa. Siswa secara berkelompok akan  berdiskusi untu mengkonstruksi sendiri. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini dimonitoring untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Hasil monitoring ini mengindikasikan bahwa siswa, guru dan masyarakat kurang mendukung kurikulum baru. Harapannya semua pihak dapat membantu dan menfasilitasi demi terwujudnya kemajuan pendidikan nasional.

Senin, 12 September 2011

Malam [vs] Siang

waktu cahaya
waktu hari
waktu rupamu
setiap menit adalah waktu
mengaburkan bahasa
dibatalkannya ruang kekalahan, luas nian.
setiap menit adalah pengharap, tak berbatas
Waktu terlihat disemua tempat, di menara - menara
di langit, dibayangan malam, dibintang pagi. di musim kenangan berbuah
lalu menumpul dimataku, menggenang
mengalir kedaguku
semula memoles keraguan
setelahnya menerobos kesepian, lalu............
ah.. pantaskah ku tanyakan kembali
jadi dimanakah malam apabila datang siang??

Minggu, 11 September 2011

Apa arti sebuah Nama

Tulisan ini sekedar untuk hiburan aja.aku sangat sadar cerpen ini emang sedikit maksa. Dari segi ide cerita dan alur cerita. Bukan lain karena aku gak bisa bikin cerpen (yang baik). Cerpen ini aku persembahkan untuk orang yang belum bisa menerima tentang komentar orang terhadap namanya. Entah karena kesal, sebal, bosen , pengen protes yang jelas cerpen ini koq jadi seperti ini. Maaf kalo tulisanku menyinggung, gak ada maksud apa-apa dengan pemilihan nama tokoh, karakter ataupun tempat.

akhirnya selamat membaca...

ARTI SEBUAH NAMA


Sore itu sekolah sudah sangat sepi, ruang ruang kelas dikunci, lampu lampu mulai dinyalakan. Kantin siap ditinggal pemiliknya yang sedang berkemas untuk pulang. Ruang guru kosong kerena langit mulai lelah menerima sinar matahari.
Hanya ada sedikit keramaian diruang serba guna yang terletak di tengah – tengah sebuah sekolah elit dikawasan Surabaya.
Keramaian itu berasal dari dua pengurus osis yang sedang sibuk mempersiapkan tempat pelaksanaan rapat untuk acara lomba debat bahasa inggris regional. Sebenarnya ada banyak pengurus tadi hingga yang tersisa hanya dua orang karena yang lainnya pulang satu persatu.
Sedangkan Diska masih sibuk memantas mantaskan bagaimana kursi kursi dan meja akan ditata. Dengan keringat yang membanjir karena udara sangat panas, ia masih saja semangat menjalankan kewajibannya itu. Sementara itu dipojok ruangan terlihat Rena dengan setumpuk kertas dihadapannya. Dengan teliti ia memilih berkas berkas yang akan di pakai besok pagi.
“Ren, kamu udah tahu tentang cowok bernama Bryan. Salah satu tamu yang kita undang untuk lomba debat besok?” kata Diska sambil sesekali melenturkan pinggang kekiri dan kanan agar pegalnya hilang.
“ Belum lah, yang mengundang kan bukan aku, tanya aja sama humasnya. Setahuku dia itu salah satu siswa SMA teladan surabaya. Kalo tidak salah kita juga mengundang Pardi kan dalam acara ini” kata Reni yang masih sibuk memilah – milah berkasnya, sesekali ia tangannya dengan lap, karena takut tangan yang berkeringat itu mengotori berkas – berkasnya.
“ Aku jadi penasaran dengan Bryan, dari namanya aja bagus. Gimana orang nya, pasti orang tuanya sangat berpendidikan. Mungkin juga orang itu blasteran dari inggris ya... makanya dia di undang dalam acara lomba debat ini.”
“Ah ada – ada aja kamu Miss analysist”
“Yee biarin aja, aku kan pintar menganalisa. Duagaanku jarang yang meleset tahu..!”
“haha.... kalo tamu yang satunya?” kata Reni yang sengaja membuat Diska semakin besar kepala, dia hapal betul, kalo temannya ditantang seperti itu ia akan mengeluarkan lagi kemampuaan analisis sok tahunya . walaupun diakui juga kalo dugaannya lebih sering benar ketimbang meleset.
“ Maksud kamu Pardi?”
Reni mengangguk tanpa menoleh, ia terlihat fokus pada lembaran kertas itu. Masih bagus ia masih mendengarkan temannya itu.
“Aku gak yakin sama itu anak, dari namnya koq gak enak didengar ya, apalagi ini kan lomba debat bahasa inggris , kecuali kalo lombanya tentang pidato bahasa jawa.”
Kata Diska sok serius. Reni malah tersenyum senyum sendiri melihat ulah temannya itu.
“ Kamu bandingkan dech antara Bryan dan Pardi. Jauh banget kan?? Heran aku sama humas, kenapa dia mengundang orang seperti itu.” Tambahnya
“ Ah kayaknya kamu terlalu memuji muji Bryan dech, dan terlalu merendahkan Pardi”
Kata itu, yang semenjak tadi ditahan oleh Reni akhirnya keluar juga. Tapi yang di kritik bukannya sadar , eh malah tetap pada pendapatnya.
“ Kita lihat besok dech, pasti yang memuji dia bukan hanya aku, tapi kamu juga bakal ikutan kagum” katanya sambil menyelesaikan penataan kursi yang terakhir. Ia duduk disalah satu kursi menunggu Reni menyelesaikan pekerjaannya sambil tangannya sibuk mengibas ngipas wajahnya.
Pukul 17.45, matahari sebentar lagi hilang. Mereka berdua pulang bersiap – siap pulang, menginggal tempat yang menjadi sejarah pertama bagi sekolah mereka sebagai tuan rumah lomba debat. Meninggalkan tempat yang akan sangat ditunngu -tunggu oleh Reni, karena ingin menganal sosok seorang Bryan. Laki laki yang ia puji-puji hanya karena namanya. How does it comes?

***

Ruangan serba guna sudah terlihat ramai sejak pagi tadi. Antusiasme peserta dan tuan rumah campur aduk menjadi satu. Panitia tak kalah sibuk, ia harus stand by di tempat agar segera mengatasi apa – apa yang diperlukan. Terlihat dua remaja sedang menyimak suasana yang ada di dalam ruangan. Ia mendengar seseorang yang sangat cas cis cus dalam bahasa inggris, bicaranya mantap. Ia mampu membayang kan suasana didalam. Pasti perhatian semua peserta sedang fokus padanya. Karena didalam ruangan hanya terdengar suara laki laki itu. Posturnya tinggi, sehingga kepalanya dapat terlihat dari luar. Diska memandang puas. Laki – laki iru. Tebakannya tepat lagi. Sekarang bukan hanya dia yang memuji-muji laki laki itu, tapi juga sahabatnya, Reni pun ikuk- ikutn terpesona dengan laki laki yang sangat berkharisma itu.

“ Nice statement, please give applause for Dewantoro Jagad Maulana Pardi”
Kata kata yang barusan keluar itu sejenak menyadarkan “kematian” para peserta lomba debat yang ada di dalam ruangan. Tak lama terdengar tepuk tangan yang cukup panjang. Kata-kata itu pula yang sekaligus membuat Reni kaget. Apalagi Diska, jangan ditanya. Ia hampir saja menjatuhkan Map yang ada ditangannya.

“ Dewantoro Jagad Maulana Pardi??” lirihnya. Orang tanpa dosa yang kemarin direndahkan oleh Diska, sangat cas cis cus dalam bahasa inggris? Orang menurut Diska namanya meragukan itu berhasil membuat penonton dan dirinya tersihir. Laki laki itu tampan, punya tubuh yang tinggi dan terawat. Penampilannya terlihat bahwa ia mempunyai selera yang tinggi. Sopan tapi tetap berkelas. Itu semua mulik Pardi. Lalu dimana Brian? Laki – laki yang dalam bayangannya seperti sosok Pardi.
“ Kita berikan applause juga untuk Brian dari SMA Teladan”
Diska tersentak dari lamunannya. Dirinya berusaha meninggikan kepalanya agar bisa melihat apa yang ada didalam. Betapa kagetnya ia bahwa Brian tidak seperti apa yang ia harapkan. Gaya bicaranya biasa, penampilannya kurang menarik dan yang lebih mengegetkannya lagi ternyata Eka Pramesty Bryan itu adalah PEREMPUAN.

Time's up

"hei....."
bentak sang waktu
time 's up
aku menyesal
kupikat dia dengan dukaku
" lagi...?" katanya mengejekku
.
.
.
entah apa yang bisa aku berikan lagi
selain kesempatan yang sama

Laki - laki berkacamata


seorang lelaki
duduk pura - pura merekah
padahal aku tahu galau hatimu
walau kau tutupi di palsu sambutmu

"sini mendekat. . ." katamu
lalu kau beri aku sebuah lagu
kulihat sekilas wajammu berseri
hey..aku tidak buta
aku tahu gelisahmu itu
yang tersimpan di perhenttian bimbangmu

"kenapa diam?"
ragu?
malu?
enggan?
untuk kau datang padaku...? 

Before After Before


Saat aku kecil, aku berfikir bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini, semua hal yang terlihat di dunia ini adalah pertunjukan untuk aku. Dunia ada hanya pada saat aku ada untuk melihatnya. Begitu aku tertidur, maka dunia ini berhenti sesaat, dunia menghilang sesaat. Saat aku melewati bilangan waktu, jejak tempat, maka yang dunia yang tampak hanya apa yang ada didepanku saja. Dunia itu tak ada, menghilang saat aku tidak sedang menyaksikan.
Ya…
Fikiran kanak, dangkal, begitu polos. padahal bukankah ternyata dunia itu tetap berjalan, walau kita tertidur, walau kita berada di dimensi yang berbeda. Bukankah dunia itu tetap ada, mencipta sejarah, kenangan, merekam kejadian tanpa sepengetahuan kita.
Dan dari itu pula bukankan kita menjadi sadar, ada banyak hal yang kita gak tahu. Ada banyak yang mungkin sengaja untuk tak diperlihatkan kepada kita. Bukankah dunia ini tetap berjalan seperti biasa, walau kita gak ada, walau kita menutup diri, walau kita enggan berlibat. Maka bukankah menjadi semakin sedikit sekali yang kita tahu, sempit sekali picik sekali.
Hey….
Bukankah banyak labirin – labirin rahasia di luar sana
Prasangka – prasangka yang kita tak tahu apa maksudnya
Keluhan – keluhan yang kita tak mengerti dimana pangkal masalahnya
Rahasia yang tersiar dalam sekejap, lalu usang, dan bosan untuk dibicarakan

Tegak

tegak, tak bergerak
angkuh dalam jalanan sepi
kita kembali di jalanan yang sama
di ruang waktu yang sama
tapi kau tak bersuara
seolah dibatalkan oleh udara

angin tersentak
tersindir oleh rayuan derak daun
kanopi - kanopi waktu usang, berjelaga
dan begitu aku kembali
daun telah tersingkap
dan perlahan aku tahu balutan embun telah lama tertinggal
 sebentar aku kucari dia di mata yang tertegak
tapi tak ada yang tertinggal
bahkan diseluruh rintikan yang tersiangi

begitu aku pergi
kuharap dia mau kembali tiba
dengan bunga dan wanginya yang bermekaran di saf tertinggi