Senin, 28 November 2011

Looking for Alternative Models in reference to Japanese Educational Experiences


“ Looking for Alternative Models in reference to Japanese Educational Experiences “

MATH PROGRAMS
FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN INDONESIA
By Dr. Marsigit
Reviewed by Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
Blog : wahyu25ramadhani.blogspot.com

Tujuan dari sistem pendidikan meliputi telah tercantum di pembukaan UUD 1945. Tujuan tersebut : (a) meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT; (b) mengembangkan kecerdasan dan keterampilan individu; (c) mendorong sikap positif kemandirian dan pengembangan diri, (d) pemerataan pendidikan. Hal ini memberikan pengertian kepada kita untuk memperluas kesempatan dan peningkatan kualitas dasar, pendidikan pendidikan kejuruan-teknis dan untuk melaksanakan perluasan dasar wajib pendidikan berupa 6 sampai 9 tahun. Dengan demikian, sejak tahun 1993, tema pembangunan pendidikan yang  pemerataan dan perluasan, perbaikan kualitas, peningkatan relevansi dan efisiensi.
Sejak 1968/1969, pendekatan yang lebih sistematis untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia telah mulai tampak jelas. Sejak saat itu hingga akhir tahun 1990, pendekatan untuk mengembangkan pendidikan telah dirancang di bawah asumsi bahwa tujuan kurikuler dapat diturunkan secara logis dari nasional dan sistem-lebar tujuan dan kemudian dipecah menjadi hirarki tujuan instruksional yang tepat, dan belajar yang dapat dibuat individual dan 'guru-bukti' sehingga siswa dapat belajar apa yang mereka butuhkan untuk belajar dengan minim bantuan dari guru (Shaeffer, 1990, pp.22). Namun, pada tahun 1984, bukti menunjukkan bahwa Pendekatan dianggap tidak mampu memobilisasi sumber daya dan untuk memulai model ke nasional aplikasi.
 Gambaranpraktek pengajaran di Indonesia adalah fungsi guru sebagai tokoh sentral dalam menentukan melakukan kegiatan dan instruksi, dan, siswa jarang aktif terlibat dalam pembelajaran secara langsung dari satu sama lain atau memulai proses interaksi dengan orang lain. Kebanyakan guru diamati menghabiskan sebagian besar  waktu menyampaikan informasi untuk anak-anak; papan tulis sejauh ini bantuan visual yang paling umum tetapi sering digunakan sebagai pad guru menulis daripada untuk presentasi dari urutan logis dari ide-ide.
Para tantangan bagi pendidik dalam dekade berikutnya adalah untuk meningkatkan belajar siswa keterampilan orde tinggi di matematika; guru harus mengorganisasikan pengajaran untuk melibatkan anak sehingga mereka secara aktif membangun mereka sendiri pengetahuan dengan pemahaman (Peterson di Grouws, et al., 1988).
 Perubahan pendidikan di Indonesia karena masih terdapat kendala, antara lain (1) kompleksitas lingkungan pendidikan, (2) keterbatasan anggaran, (3) kurangnya sumber daya dan fasilitas pendidikan, (4) divergensi dari konteks pendidikan seperti etnis, budaya geografi, dan nilai, (5) kurangnya pemahaman guru tentang teori-teori maupun cara menerapkannya
Untuk  itu diperlukan kegiatan pertukaran pengalaman di antara lembaga-lembaga pendidikan mungkin bervariasi seperti: (a) melakukan seminar dan lokakarya, (b) melakukan kegiatan penelitian bersama, (c) penerbitan dan menyebarluaskan hasil bertukar pengalaman dan atau jurnal, (d) membangun jaringan di antara lembaga atau negara.
Titik baik dari pendidikan Jepang yang dapat menjadi referensi meliputi: (a) rata-rata kemampuan guru dan kualitas kelas adalah relatif tinggi, (b) desain kelas yang tepat, mengajar, (c) lingkungan pendidikan, kondisi pendidikan dan sebagainya adalah homogen untuk seluruh negara, (d) guru rajin, (e) prinsip kesetaraan, (f) rasa tanggung jawab guru yang kuat, (g) pengobatan guru relatif baik, dan (h) guru sekolah umum harus pindah ke sekolah lain dalam beberapa tahun.

KEGIATAN PENELITIAN SEBAGI USAHA UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA


KEGIATAN PENELITIAN SEBAGI USAHA UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU  MATEMATIKA
Oleh :Dr. Marsigit
Review by Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
Blog : Wahyu25ramadhani.blogspot.com

Research is an activity to gain knowledge called science,performed by specific procedures that are systematic and supported by a methodology is an assessment of the rules in his method. As a teacher or prospective teacher's, we must always do discussion of how we gain knowledge about the learning mathematics. What topic? It ‘s about understanding of scientific
about the workings of the mind of individual students in learning mathematics, how gain an understanding of aspects of learning and how to understand the analogies between the student's knowledge, knowledge teachers and practitioners' knowledge about learning mathematics.

Apart from the formal legal aspects of the activity mathematics education research both by teachers, lecturers as well as by prospective teachers will give many benefits. With the study of mathematics education we can know the difference individuals or groups in the study the mathematics, we can determine the position students in a group, can compare learning outcomes between groups. We can also do a match between goals and outcomes of learning; whether the standard of competence or basic competence has been achieved? Research results can be used for improvements programs, counseling, provision of information to the public. Besides that we also can do a comparison between the performance and criteria for each dimension of the program and improvement program and the inference results of mathematics education as a whole.

More specifically, before learning of mathematics, teachers should do the following step:

a.    Planning for mathematics learning environment 20
1.     Determine the source of the necessary teaching
2.     To plan activities that are flexible
3.      Plan the physical environment of learning mathematics.
4.     Involve students in creating a learning environment of mathematics.
b.   Develop students' social environment
1.      To work together to plan activities.
2.      Encourage students to appreciate each other.
3.      Browse the students' feelings about mathematics
4.      Develop mathematical models.
c.    Plan mathematical activities

1.      Plan mathematical activities are balanced in terms of: material,
  time, trouble, activities, etc
2.      Plan mathematical activities that are open (open-ended)
3.      Plan activities according to student ability.
4.      Develop mathematical topics.
5.      Build mental math
6.      When and where help students?
7.      Use a variety of teaching brag (books vary).

Pengembangan Blog sebagai PortofolioDigital untuk Peningkatan Daya Matematika


Pengembangan Blog sebagai PortofolioDigital untuk Peningkatan Daya Matematika

Oleh :
Marsigit, M.A
Bambang SHM, MKom
Kuswari Hernawati. Mkom
Revied by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
Blog :wahyu25ramadhani.blogspot.com

In education system, digital portfolio is the way to record the result of activity and reflection during the education process. It also record the development individual competence. In education, digital portofolio is documentation system that load all of activities and reflekction to indicate change or development individual potential. And, for the competency of mathematics, there are five categories:

1.     Mathematical communication
2.     Mathematical reasoning
3.     Mathematical problem solving
4.     Mathematical connections
5.     Positive attitudes toward mathematics

One way to save the data of portofolio is by blog. Blog can be employed as actualization media to improve the competency of mathematics between lecturer and students. There are many ways to post article about mathematics into blog, so the students can read in blog to do learning based on IT.

The aim of this research is to construct multiuser Blog as employing software opensource in mathematics learning, to form instructor and student’s appreciation employing software and portofolio model, to improve competency of mathematics as the result of digital portofolio through multiuser Blog, and also as communication culture between instructor or lecturer and students. The research objects are software blog multiuser (wordpress), students of mathematics education, and tutorial of lecture.
.
            The literature of this research, blog is abbreviation of webblog, that is a personal website which updated the contents of blog continually. In blog, usually there are links into another web, so we can open another web easily and also there are many comments on posting some text. By this comment, we can criticize the text or some papers and we can give our opinion through comment in blog.

            The components to actualize blog are:
1.     The main area of blog that contains articles or chronology’s note.
2.     Articles are wrtitten before.
3.     There are the comment box to post the comments from user or blogger.
4.     List of another web links.
5.     Really Simple Sindication (RSS) to display the contain of blog as an email client.
           
As the last, the conclusion is that developing blog as digital portfolio to actualize and to improve compentency of mathematics is important because learning process employing IT (Information and Technology) is necessary need development. Through blog employing in mathematics learning  can be sequential to another learning process.

DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS IN INDONESIA


DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM
FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS
IN INDONESIA

By
Marsigit
Faculty of Mathematics and Science, the State University of Yogyakarta, Indonesia

Review by : Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
Blog : wahyu25ramadhani.blogspot.com

Pemerintah Indonesia mulai mencanangkan kurikulum baru bernama KTSP sejak tahun pelajaran 2006/2007. Kebijakan ini tentu membawa angin baru bagi sistem pendidikan di Indonesia. Sejumlah perombakan menuju arah perbaikan dilakukan. Hal yang  nyata adalah program otonomi pendidikan, mengembangkan silabus, meningkatkan kompetensi guru, peningkatan fasilitas pendidikan, anggaran pendidikan, sistem evalusi, dan jaminan kualitas.

            Dibalik dibentuknya kurikulum baru selalu ada hal yang unik yang menbedakan kurikulum yang satu dan lainnya. Misalnya untuk kurikulum 1994 materi pelajaran terpusat dari pemerintah, yaitu sekitar 80 persen, sedangkan sisanya adalah pengembangan lokal. Sementara untuk KTSP materi lebih banyak dikembangkan oleh sekolah yang bersangkutan, yaitu sekitar 80 persen. Sedangkan pemerintah pusat hanya memberikan rambu – rambu tentang standar kompetensi yang diberikan.
           
Kurikulum baru ini diharapkan dapat menginspirasi guru untuk mengubah paradigm mengajar. Guru dapat mengevaluasi kekuatan dan kelemahan berbagai macam pendekatan belajar. Harapanya kurikulum ini memberikan nafas baru bagi siswa, yaitu siswa merasa senang dengan proses pembelajaran.

            Tetapi dalam pelaksanaannya kurikulum ini masih belum optimal. Hal ini karena kurang dukungan maksimal dari siswa, guru maupun masyarakat sekitar. Selain pihak sekolah, pemerintah pun perlu untuk membantu mensukseskan kurikulum ini. Usaha pemerintah yang dapat dilakukan adalah menegaskan kembali perran guru terhadap siswa, mensosiasliasikan kepada kepala sekolah untuk mengikutkan gurunya dalam kegiatan seminar, mensosialisikan penerapan KTSP di sekolah – sekolah, perlunya mengatur guru dan pengewas yang sesuai latar belakang pendidikannya, mempopulerkan sistem kerjasama antara sekolah dengan universitas, dan memperbaiki sistem evaluasi pendidkan.