Ketakutan, keraguan,
keseganan, kebingungan, ya mungkin memang hal - hal itu yang kerap ada saat
kita ingin memulai berfilsafat. Termasuk saya sendiri, yang baru mengenal apa
itu filsafat secara lebih formal. Walau selama hidup, mungkin tanpa di sadari
kita pun pernah atau sering atau malah selalu berfilsafat.Entah itu karena
diniatkan, entah karena tidak sengaja atau karena justru mengalir begitu saja.
Tapi, bukan berarti
kita menjadi berhenti mencoba. Menjadi diam dan menunggu kapan keraguan dan
ketakutan itu hilang. Karena jika kita berhenti maka dimensi kita tidak pernah
bertambah. Lalu, saya setuju berfilsafat itu adalah proses yang kontinue, tidak
sekali hentak lalu berhenti.Pikiran kita sendiri saja jika dituruti akan terus
mengembara. Oleh karenanya kita perlu kontrol, berupa hati yang dapat memandu.
Selain itu berfilsafat
itu tidak cukup dengan pikiran kita sendiri. kita pun perlu membuka mata dan
berusaha memahami pemikiran - pemikiran oran lain. Oleh karenanya saya
berterimakasih sekali dengan adanya blog ini. Sehingga kita yang masih awan
dapat belajar bersama. Saling bertukar pikir dan saling merefleksi diri.
Terkhusus saya ingin
menyampaikan pertanyaan. Telah dikatakan oleh Pak Marsgit bahwa kita perlu hati
sebagai komandan. Dan tentunya hati yang bebas dari 'gangguan' atau hati yang
bersih. Lalu kapankah kita bisa meyakini bahwa hati kita sudah benar - benar
terbebas dari gangguan / bersih?
Demikian pak, Mohon
koreksinya apabila ada kesalahan. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Speak Up