Selasa, 25 September 2012

Komentar elegi Part 2



Ketakutan, keraguan, keseganan, kebingungan, ya mungkin memang hal - hal itu yang kerap ada saat kita ingin memulai berfilsafat. Termasuk saya sendiri, yang baru mengenal apa itu filsafat secara lebih formal. Walau selama hidup, mungkin tanpa di sadari kita pun pernah atau sering atau malah selalu berfilsafat.Entah itu karena diniatkan, entah karena tidak sengaja atau karena justru mengalir begitu saja.

Tapi, bukan berarti kita menjadi berhenti mencoba. Menjadi diam dan menunggu kapan keraguan dan ketakutan itu hilang. Karena jika kita berhenti maka dimensi kita tidak pernah bertambah. Lalu, saya setuju berfilsafat itu adalah proses yang kontinue, tidak sekali hentak lalu berhenti.Pikiran kita sendiri saja jika dituruti akan terus mengembara. Oleh karenanya kita perlu kontrol, berupa hati yang dapat memandu.

Selain itu berfilsafat itu tidak cukup dengan pikiran kita sendiri. kita pun perlu membuka mata dan berusaha memahami pemikiran - pemikiran oran lain. Oleh karenanya saya berterimakasih sekali dengan adanya blog ini. Sehingga kita yang masih awan dapat belajar bersama. Saling bertukar pikir dan saling merefleksi diri.

Terkhusus saya ingin menyampaikan pertanyaan. Telah dikatakan oleh Pak Marsgit bahwa kita perlu hati sebagai komandan. Dan tentunya hati yang bebas dari 'gangguan' atau hati yang bersih. Lalu kapankah kita bisa meyakini bahwa hati kita sudah benar - benar terbebas dari gangguan / bersih?
Demikian pak, Mohon koreksinya apabila ada kesalahan. Terimakasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Speak Up