“ Looking for Alternative Models in reference to Japanese Educational Experiences “
MATH PROGRAMS
FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN INDONESIA
By Dr. Marsigit
Reviewed by Wahyu Ramadhani Aji (09301241043)
Blog : wahyu25ramadhani.blogspot.com
Tujuan dari sistem pendidikan meliputi telah tercantum di pembukaan UUD 1945. Tujuan tersebut : (a) meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT; (b) mengembangkan kecerdasan dan keterampilan individu; (c) mendorong sikap positif kemandirian dan pengembangan diri, (d) pemerataan pendidikan. Hal ini memberikan pengertian kepada kita untuk memperluas kesempatan dan peningkatan kualitas dasar, pendidikan pendidikan kejuruan-teknis dan untuk melaksanakan perluasan dasar wajib pendidikan berupa 6 sampai 9 tahun. Dengan demikian, sejak tahun 1993, tema pembangunan pendidikan yang pemerataan dan perluasan, perbaikan kualitas, peningkatan relevansi dan efisiensi.
Sejak 1968/1969, pendekatan yang lebih sistematis untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia telah mulai tampak jelas. Sejak saat itu hingga akhir tahun 1990, pendekatan untuk mengembangkan pendidikan telah dirancang di bawah asumsi bahwa tujuan kurikuler dapat diturunkan secara logis dari nasional dan sistem-lebar tujuan dan kemudian dipecah menjadi hirarki tujuan instruksional yang tepat, dan belajar yang dapat dibuat individual dan 'guru-bukti' sehingga siswa dapat belajar apa yang mereka butuhkan untuk belajar dengan minim bantuan dari guru (Shaeffer, 1990, pp.22). Namun, pada tahun 1984, bukti menunjukkan bahwa Pendekatan dianggap tidak mampu memobilisasi sumber daya dan untuk memulai model ke nasional aplikasi.
Gambaranpraktek pengajaran di Indonesia adalah fungsi guru sebagai tokoh sentral dalam menentukan melakukan kegiatan dan instruksi, dan, siswa jarang aktif terlibat dalam pembelajaran secara langsung dari satu sama lain atau memulai proses interaksi dengan orang lain. Kebanyakan guru diamati menghabiskan sebagian besar waktu menyampaikan informasi untuk anak-anak; papan tulis sejauh ini bantuan visual yang paling umum tetapi sering digunakan sebagai pad guru menulis daripada untuk presentasi dari urutan logis dari ide-ide.
Para tantangan bagi pendidik dalam dekade berikutnya adalah untuk meningkatkan belajar siswa keterampilan orde tinggi di matematika; guru harus mengorganisasikan pengajaran untuk melibatkan anak sehingga mereka secara aktif membangun mereka sendiri pengetahuan dengan pemahaman (Peterson di Grouws, et al., 1988).
Perubahan pendidikan di Indonesia karena masih terdapat kendala, antara lain (1) kompleksitas lingkungan pendidikan, (2) keterbatasan anggaran, (3) kurangnya sumber daya dan fasilitas pendidikan, (4) divergensi dari konteks pendidikan seperti etnis, budaya geografi, dan nilai, (5) kurangnya pemahaman guru tentang teori-teori maupun cara menerapkannya
Untuk itu diperlukan kegiatan pertukaran pengalaman di antara lembaga-lembaga pendidikan mungkin bervariasi seperti: (a) melakukan seminar dan lokakarya, (b) melakukan kegiatan penelitian bersama, (c) penerbitan dan menyebarluaskan hasil bertukar pengalaman dan atau jurnal, (d) membangun jaringan di antara lembaga atau negara.
Titik baik dari pendidikan Jepang yang dapat menjadi referensi meliputi: (a) rata-rata kemampuan guru dan kualitas kelas adalah relatif tinggi, (b) desain kelas yang tepat, mengajar, (c) lingkungan pendidikan, kondisi pendidikan dan sebagainya adalah homogen untuk seluruh negara, (d) guru rajin, (e) prinsip kesetaraan, (f) rasa tanggung jawab guru yang kuat, (g) pengobatan guru relatif baik, dan (h) guru sekolah umum harus pindah ke sekolah lain dalam beberapa tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Speak Up