Semua orang suka akan pujian.
Tak bisa disangkal.
Walau ketika dipuji tak semua orang menunjukan raut yang semringah,
tapi yakinlah bahwa dalam hati mereka benar- benar senang.
Lalu mengapa kita enggan untuk memuji?
Bukan hal yang sulit aku rasa.
Dengan perkataan dan perhatian kecil sederhana.
Kepada teman, ibu, orang tua, pasangan kita mungkin, atau guru kita.
Pujilah dengan hal – hal yang konkrit dan jujur.
Karena orang yang tidak peka pun akan tahu apakah ita hanya pura – pura atau sepenuh hati.
Pujilah masakan ibu yang enak.
Berikan komentar yang spesifik dan baik. Misalnya “ hemm bumbunya meresap, enak”.
Hehe………….
Atau pujilah teman begitu selesai presentasi.
Ya misalnya “eh, tadi aku ingat kata – katamu yang ……………… bener juga ya” hehe.
Atau hal lainnya. aku yakin semua orang bisa memuji.
Maka berikanlah kalimat positif untuk orang lain.
Sebagai tanda bahwa dia di perhatikan dan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Atau mungkin kepada pasangan kita.
Yang telah lama menjalin hubungan pun perlu untuk saling memuji.
Ya.. kata – kata sederhana seperti
"malem ini kamu perhatian banget, aku jatuh cinta (lagi) ma kamu” halah halah.
Hey.. ini serius. Banding kan dengan : “aku selalu sayang kamu” ha?
Malah diragukan, masa sich?
Bukankan Orang tidak akan membenci dan mencintai orang 100 persen.
Pasti orang ada sebagian dari dirinya yang dicintai dan tidak kita disukai,
tak tercuali pasangan kita.
Rasanya senang apabila kita selalu mendengan kata – kata positif.
Entah ketika kita memuji guru.
Memuji adek tingkat, kakak tingkat.
Atau yang lebih nyata bagaiman perasaan kita bila kita dipuji? senang kan?
Walau kita sangkal terus dengan merendahkan hati,
orang lain tetep tahu kalo hati kita senang.
Berbeda sekali bila setiap kali kita mendengar teman yang mengeluhkan tentang tugas,
seorang siswa yang menjelekkan gurunya,
seorang ibu yang mengeluhkan anaknya,
atau cewek yang setiap hari curhat hal negatif tentang pasangannya.
Bukankan kita yang mendengarnya pun ikut bersedih?
Memuji dengan tulus berarti selalu melihat sisi baik dari setiap kejadian
dan memandang sisi baik semua orang.
Fokuslah pada hal – hal baik dan sesekali pujilah, karena memuji itu gratis koq.
Tak bisa disangkal.
Walau ketika dipuji tak semua orang menunjukan raut yang semringah,
tapi yakinlah bahwa dalam hati mereka benar- benar senang.
Lalu mengapa kita enggan untuk memuji?
Bukan hal yang sulit aku rasa.
Dengan perkataan dan perhatian kecil sederhana.
Kepada teman, ibu, orang tua, pasangan kita mungkin, atau guru kita.
Pujilah dengan hal – hal yang konkrit dan jujur.
Karena orang yang tidak peka pun akan tahu apakah ita hanya pura – pura atau sepenuh hati.
Pujilah masakan ibu yang enak.
Berikan komentar yang spesifik dan baik. Misalnya “ hemm bumbunya meresap, enak”.
Hehe………….
Atau pujilah teman begitu selesai presentasi.
Ya misalnya “eh, tadi aku ingat kata – katamu yang ……………… bener juga ya” hehe.
Atau hal lainnya. aku yakin semua orang bisa memuji.
Maka berikanlah kalimat positif untuk orang lain.
Sebagai tanda bahwa dia di perhatikan dan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Atau mungkin kepada pasangan kita.
Yang telah lama menjalin hubungan pun perlu untuk saling memuji.
Ya.. kata – kata sederhana seperti
"malem ini kamu perhatian banget, aku jatuh cinta (lagi) ma kamu” halah halah.
Hey.. ini serius. Banding kan dengan : “aku selalu sayang kamu” ha?
Malah diragukan, masa sich?
Bukankan Orang tidak akan membenci dan mencintai orang 100 persen.
Pasti orang ada sebagian dari dirinya yang dicintai dan tidak kita disukai,
tak tercuali pasangan kita.
Rasanya senang apabila kita selalu mendengan kata – kata positif.
Entah ketika kita memuji guru.
Memuji adek tingkat, kakak tingkat.
Atau yang lebih nyata bagaiman perasaan kita bila kita dipuji? senang kan?
Walau kita sangkal terus dengan merendahkan hati,
orang lain tetep tahu kalo hati kita senang.
Berbeda sekali bila setiap kali kita mendengar teman yang mengeluhkan tentang tugas,
seorang siswa yang menjelekkan gurunya,
seorang ibu yang mengeluhkan anaknya,
atau cewek yang setiap hari curhat hal negatif tentang pasangannya.
Bukankan kita yang mendengarnya pun ikut bersedih?
Memuji dengan tulus berarti selalu melihat sisi baik dari setiap kejadian
dan memandang sisi baik semua orang.
Fokuslah pada hal – hal baik dan sesekali pujilah, karena memuji itu gratis koq.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Speak Up