Minggu, 11 September 2011

Before After Before


Saat aku kecil, aku berfikir bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini, semua hal yang terlihat di dunia ini adalah pertunjukan untuk aku. Dunia ada hanya pada saat aku ada untuk melihatnya. Begitu aku tertidur, maka dunia ini berhenti sesaat, dunia menghilang sesaat. Saat aku melewati bilangan waktu, jejak tempat, maka yang dunia yang tampak hanya apa yang ada didepanku saja. Dunia itu tak ada, menghilang saat aku tidak sedang menyaksikan.
Ya…
Fikiran kanak, dangkal, begitu polos. padahal bukankah ternyata dunia itu tetap berjalan, walau kita tertidur, walau kita berada di dimensi yang berbeda. Bukankah dunia itu tetap ada, mencipta sejarah, kenangan, merekam kejadian tanpa sepengetahuan kita.
Dan dari itu pula bukankan kita menjadi sadar, ada banyak hal yang kita gak tahu. Ada banyak yang mungkin sengaja untuk tak diperlihatkan kepada kita. Bukankah dunia ini tetap berjalan seperti biasa, walau kita gak ada, walau kita menutup diri, walau kita enggan berlibat. Maka bukankah menjadi semakin sedikit sekali yang kita tahu, sempit sekali picik sekali.
Hey….
Bukankah banyak labirin – labirin rahasia di luar sana
Prasangka – prasangka yang kita tak tahu apa maksudnya
Keluhan – keluhan yang kita tak mengerti dimana pangkal masalahnya
Rahasia yang tersiar dalam sekejap, lalu usang, dan bosan untuk dibicarakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Speak Up